perbedaan ahli k3 listrik dan teknisi k3 listrik

Perbedaan Ahli K3 Listrik dan Teknisi K3 Listrik

Pada bidang K3 kelistrikan, Ahli K3 Listrik dan Teknisi K3 Listrik sering dianggap sama. Padahal, keduanya memiliki perbedaan dari sisi kualifikasi, fokus kompetensi, ruang lingkup pekerjaan, hingga arah karier.

Secara sederhana, Teknisi K3 Listrik lebih fokus pada pekerjaan teknis di lapangan, sedangkan Ahli K3 Listrik memiliki cakupan lebih luas dalam pengawasan, pemeriksaan, pengujian, dan pelaporan K3 kelistrikan.

Dasar Hukum SKKNI

Kedua skema ini mengacu pada SKKNI Nomor 131 Tahun 2018 sebagai dasar kompetensi bidang K3 kelistrikan.

Dalam penerapannya, baik Ahli K3 Listrik maupun Teknisi K3 Listrik sama-sama mempelajari aspek keselamatan kerja listrik, penggunaan APD, pengendalian bahaya listrik, instalasi, pemeliharaan, grounding, dan sistem penyalur petir.

Perbedaannya, Ahli K3 Listrik memiliki cakupan kompetensi yang lebih luas, terutama pada perencanaan instalasi, pemeriksaan, pengujian, evaluasi, serta pembuatan laporan K3.

Fokus Kompetensi

Fokus kompetensi menjadi pembeda utama antara keduanya. Teknisi lebih diarahkan pada pelaksanaan pekerjaan, sedangkan ahli lebih berperan dalam pengawasan dan evaluasi.

Teknisi K3 Listrik berfokus pada:

  • Penerapan K3 dalam pekerjaan listrik.
  • Penggunaan APD pekerjaan listrik.
  • Identifikasi dan pengendalian bahaya listrik.
  • Pemasangan dan pemeliharaan instalasi listrik.
  • Penerapan K3 pada grounding dan penyalur petir.

Sementara itu, Ahli K3 Listrik mencakup:

  • Perencanaan instalasi listrik.
  • Pemeriksaan dan pengujian instalasi.
  • Evaluasi risiko kelistrikan.
  • Pengawasan pekerjaan listrik.
  • Pelaporan kegiatan K3 dan kecelakaan kerja.

Kualifikasi Peserta

Dari sisi kualifikasi, Teknisi K3 Listrik dapat diikuti oleh peserta dengan minimal pendidikan SMA atau sederajat. Skema ini cocok untuk pekerja teknis yang ingin memperkuat kompetensi keselamatan saat bekerja dengan instalasi listrik.

Sementara itu, Ahli K3 Listrik memiliki persyaratan minimal D3 atau sederajat. Skema ini lebih sesuai untuk pekerja yang ingin masuk ke peran pengawasan, evaluasi, pemeriksaan, dan pelaporan K3 kelistrikan.

Ruang Lingkup Pekerjaan

Ruang lingkup Teknisi K3 Listrik lebih banyak berada pada pekerjaan teknis, seperti pemasangan, pemeriksaan, pemeliharaan, dan pengujian instalasi listrik secara langsung di lapangan.

Sementara itu, Ahli K3 Listrik memiliki ruang lingkup yang lebih luas, mulai dari meninjau perencanaan instalasi, mengawasi penerapan K3, memastikan pengendalian risiko berjalan, hingga memberikan rekomendasi perbaikan jika ditemukan kondisi tidak aman.

Prospek Karier

Teknisi K3 Listrik cocok untuk posisi seperti teknisi listrik, teknisi maintenance, teknisi panel, petugas instalasi kelistrikan, atau pekerja yang terlibat langsung dalam pemeliharaan sistem kelistrikan.

Ahli K3 Listrik lebih relevan untuk posisi seperti HSE electrical, electrical safety officer, pengawas pekerjaan listrik, koordinator K3 kelistrikan, atau personel yang bertanggung jawab dalam pemeriksaan dan evaluasi keselamatan listrik.

Penutup

Perbedaan Ahli K3 Listrik dan Teknisi K3 Listrik terletak pada fokus perannya. Teknisi lebih dekat dengan pelaksanaan teknis di lapangan, sedangkan ahli lebih luas dalam pengawasan, evaluasi, pemeriksaan, dan pelaporan K3 kelistrikan.

Bagi pekerja teknis, pelatihan Teknisi K3 Listrik BNSP bisa menjadi pilihan yang sesuai. Namun, untuk peran yang lebih strategis dalam pengawasan dan evaluasi, pembinaan Ahli K3 Listrik BNSP bersama Mutiara Mutu Sertifikasi dapat menjadi langkah yang lebih tepat.

Konsultasi
Sekarang