root cause analysis

Root Cause Analysis (RCA): Pengertian, Metode, dan Contohnya dalam K3

Root cause analysis (RCA) adalah metode sistematis untuk menemukan akar penyebab suatu masalah atau kejadian, bukan sekadar memperbaiki gejalanya. Di dunia K3, root cause analysis menjadi inti investigasi kecelakaan kerja, karena tujuannya mencari tahu mengapa insiden terjadi, bukan siapa yang salah.

Apa Itu Root Cause Analysis?

Root cause analysis menelusuri masalah dari yang terlihat sampai ke penyebab utamanya. Contohnya, pekerja terjatuh dari tangga adalah gejala. Akar penyebabnya bisa berupa tangga yang tidak pernah diinspeksi, tidak adanya prosedur kerja di ketinggian, atau pekerja yang belum mendapat pelatihan. Jika yang diperbaiki hanya gejalanya, kejadian serupa berpeluang terulang.

Kenapa Root Cause Analysis Penting dalam K3?

Kecelakaan kerja jarang disebabkan satu faktor saja. Root cause analysis membantu perusahaan

  • mencegah kecelakaan berulang,
  • memperbaiki sistem kerja, bukan sekadar menyalahkan individu,
  • menyusun tindakan korektif yang tepat sasaran, dan
  • mendukung perbaikan berkelanjutan dalam SMK3.

Dalam penerapan K3 di Indonesia, pemeriksaan dan pelaporan kecelakaan kerja juga memiliki dasar hukum. Permenaker No. 03/MEN/1998 mengatur tata cara pelaporan dan pemeriksaan kecelakaan kerja. 

Sementara itu, PP No. 50 Tahun 2012 tentang Penerapan SMK3 mengatur pemeriksaan dan pengkajian kecelakaan kerja, termasuk penyusunan rekomendasi perbaikan, penetapan penanggung jawab, serta pemantauan pelaksanaannya. Penerapan ini nantinya juga dinilai oleh auditor SMK3 untuk memastikan setiap temuan kecelakaan benar-benar ditindaklanjuti.

Metode Root Cause Analysis

  1. 5 Whys, yaitu menanyakan “mengapa?” berulang kali sampai menemukan penyebab paling mendasar. Cocok untuk kasus sederhana.
  2. Fishbone Diagram, yaitu memetakan penyebab dari sisi Man, Machine, Method, Material, dan Environment.
  3. SCAT (Systematic Cause Analysis Technique), yaitu menelusuri penyebab hingga kelemahan kontrol manajemen. Metode ini banyak dipakai dalam investigasi kecelakaan kerja.

Langkah Melakukan Root Cause Analysis

  1. Amankan lokasi dan definisikan masalah.
  2. Kumpulkan data dan bukti, seperti foto, keterangan saksi, dan dokumen kerja.
  3. Susun kronologi kejadian.
  4. Analisis penyebab dengan metode yang sesuai.
  5. Tentukan dan verifikasi akar penyebab.
  6. Susun tindakan perbaikan lengkap dengan penanggung jawab dan targetnya.
  7. Pantau efektivitas perbaikan.

Contoh Root Cause Analysis dalam K3

Contoh penerapan 5 Whys pada kasus pekerja tersengat listrik saat memperbaiki panel.

  • Mengapa tersengat? Panel masih bertegangan.
  • Mengapa masih bertegangan? Sumber listrik tidak diputus dan dikunci.
  • Mengapa tidak dikunci? Prosedur LOTO tidak dijalankan.
  • Mengapa tidak dijalankan? Pekerja belum pernah dilatih, dan pekerjaan tidak melalui izin kerja.
  • Mengapa tidak ada pelatihan dan izin kerja? Perusahaan belum memiliki sistem permit to work dan program pelatihan pekerjaan listrik.

Akar masalahnya ternyata ada pada sistem, bukan sekadar kelalaian pekerja. Karena itu, perbaikannya berupa penerapan permit to work, prosedur LOTO tertulis, dan pelatihan bagi pekerja listrik.

Tips Root Cause Analysis yang Efektif

  • Fokus pada perbaikan sistem, bukan mencari kambing hitam.
  • Libatkan pekerja lapangan, supervisor, dan tim K3.
  • Gunakan fakta, bukan asumsi.
  • Analisis juga near miss, karena akar penyebabnya sering sama dengan kecelakaan serius.

Penutup

Root cause analysis bukan sekadar mencari tahu apa yang salah, tetapi memahami mengapa sebuah kecelakaan bisa terjadi. Dengan menelusuri penyebab sampai ke akarnya, perusahaan dapat memperbaiki sistem kerja secara menyeluruh, sehingga kejadian serupa tidak terulang dan budaya keselamatan di tempat kerja semakin kuat. Jika kamu ingin mendalami cara melakukan investigasi dan analisis akar penyebab kecelakaan kerja secara terstruktur, kamu bisa memulainya dengan mengikuti pelatihan K3 di Mutiara Mutu Sertifikasi

Konsultasi
Sekarang